Skip to main content

Penjelasan Mengenai KAUM MUSYABBIHAH Dan MU’AT HATILAH

 Yang di maksud dengan golongan musyabbihah adalah golongan yang menyamakan antara sifat-sifat Allah ta’ala dengan sifat­sifat makhluk-Nya atau orang-orang yang menyamakan kedudukan makhluk dengan kedudukan Khaliq (Allah ta’ala). 


Musyabbihah berasal dari bahasa arab yang asal katanya adalah “syabbaha” yang artinya menyerupai. Misalnya adalah bahwa Allah ta’ala mempunyai tangan sebagimana ayat yang berbunyi:

يَدُ اللهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ

“Tangan Allah di atas tangan mereka.” (Surat AI Fath : 10)

Mereka menyerupakan tangan yang dimiliki Allah ta’ala dengan tangan manusia. Nauzdubillahi mindzalik.

Padahal Allah ta’ala sendiri telah menegaskan tentang diri-Nya sendiri dengan berfirman:

                     {11} لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَىْءُُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير."

"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Surat Asy-Syuraa : 11)

Sedangkan mu’athtilah adalah kebalikan dari musyabbihah. Mereka adalah orang-orang yang menafikan nama-nama dan sifat­sifat Allah ta’ala dan tidak mengimaninya, baik menafikan secara keseluruhan maupun menafikan sebagian dari nama-nama dan sifat­sifat Allah ta’ala tersebut.

Kedua golongan ini adalah menyimpang dari ahli sunnah wal jamaah.

Adapun aqidah ahli sunnah wal jamaah dalam masalah asma dan sifat ini adalah menyakini sepenuhnya bahwa Allah ta’ala memiliki nama-nama yang Maha baik dan Sifat-sifat yang Maha agung, yang nama-nama dan sifat-sifat-Nya tidak sama dengan nama-nama dan sifat-sifat makhluk-Nya, mengimaninya sebagaimana yang dijelaskan Allah talala dalam Al-Qur’an dan dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam dalam As­-Sunnah yang shahih tanpa meyerupakannya, tanpa menafikannya, tanpa mentakwilkannya dan tanpa menyimpangkan maknanya. Wallahu Ta’ala a’lam bish showab. (Lihat Syarah Aqidah Wasithiyah, Syeikh Sholih Fauzan : 15, dan Washatiyatu Ahlis Sunnah Bainal Firaq, DR. Muhammad Ba Karim Ba Abdullah : 309).
Semoga Manfaat bagi para pencari kebenaran !!

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian sholat tahajjud

 بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِِِ... الحمد لله...‎ ‎ Thanks kawan" sudah mampir di blog ini smoga dapat bermanfaat atas informasi yang di baca kiranya, buat bekal dan pedoman kita di dunia untuk urusan akhirat aminnn Kali ini kita akan membahas apa makna sholat tahajjud, waktu, niat pelaksanaannya dan tata cara dalam mengerjakannya.! Kunjungi juga : CERITA ISLAM TAZKIRA HATI  *SOLAT SUNAT TAHAJJUD* [Ustaz Datuk Abu Hassan Din Al-Hafiz] ✅Makna Solat Sunat Tahajjud ialah, solat sunat yang dikerjakan pada waktu malam🌗. ✅WAKTUNYA? - Selepas mengerjakan solat Isyak hinggalah terbit fajar, itulah waktunya. TETAPI, hendaklah didahului oleh Tidur... walaupun tidur yg sedikit. - artinya, org yg hendak mengerjakan solat tahajjud... hendaklah dia tidur dahulu. Bangun dari tidurnya itu, barulah dia boleh mengerjakan solat sunat Tahajjud. - Ada sesetengah Ulama' berpendapat mengatakan, seelok2nya Solat Sunat Tahajjud hendaklah dilakukan...

2 Cara Metode Dalam Studi Islam

    Metodologi berasal dari kata metode yang berarti cara atau proses yang digunakan untuk memudahkan suatu pekerjaan. sedangkan studi adalah kajian yang mendalami suatu ilmu. sehingga bisa kita simpulkan bahwa metodologi studi islam adalah cara atau proses yang digunakan untuk memudahkan dalam pengkajian islam. karna dalam hidup tiada yang final semuanya butuh proses untuk menggapai nya dan jika anda ingin memahami islam sepenuhnya anda harus mengenal terlebih dahulu metode yang akan anda lalui atau gunakan untuk mendalaminya. fungsi mempelajari metodologi studi islam 1. Islam mencangkup semua aspek baik duniawi maupun ukhrat dan keduanya tidak Bisa dipisahkan hingga kita butuh adanya metodelogi untuk memudahkan dalam mendalami keduanya. 2. islam di pahami dalam berbagai sudut pandang. sehingga kita membutuhkan sebuah metode untuk mengetahui sudut pandang atau pemahaman yang manakah yang lebih relevan untuk kita ikuti. 3. Menumbuhkan rasa toleran antara b...